17 Agustus 2026
Apa Itu NAB (Nilai Aktiva Bersih) dalam Reksadana?
Setiap kali membuka detail produk reksadana di aplikasi sekuritas, kamu pasti melihat satu angka yang selalu tampil di posisi paling mencolok: NAB per unit, atau Nilai Aktiva Bersih per unit. Sayangnya, banyak investor pemula salah menafsirkan angka ini — ada yang mengira NAB rendah berarti reksadana "murah dan bagus untuk dibeli", ada juga yang mengira NAB tinggi berarti reksadana itu "sudah terlalu mahal". Kedua anggapan ini keliru, dan memahami apa itu NAB yang sebenarnya penting supaya kamu tidak salah membuat keputusan investasi.
Definisi NAB Secara Sederhana
NAB (Nilai Aktiva Bersih) adalah total nilai seluruh aset yang dimiliki sebuah reksadana — termasuk saham, obligasi, deposito, dan instrumen lain di dalamnya — dikurangi seluruh kewajiban (misalnya biaya operasional yang belum dibayarkan). NAB per unit dihitung dengan membagi total NAB tersebut dengan jumlah unit penyertaan yang beredar. Angka inilah yang menentukan harga beli dan jual reksadana pada hari itu, dan dihitung ulang setiap hari kerja oleh bank kustodian berdasarkan harga penutupan aset-aset di dalam portofolio.
Kenapa NAB Rendah Bukan Berarti "Murah dan Bagus"
Ini kesalahpahaman paling umum. NAB per unit yang rendah, misalnya Rp1.000, tidak berarti reksadana itu sedang diskon atau lebih menguntungkan dibanding reksadana lain dengan NAB Rp3.000. NAB awal sebuah reksadana biasanya ditetapkan sama, misalnya Rp1.000 per unit, saat pertama kali diluncurkan. Setelah itu, NAB naik atau turun mengikuti kinerja portofolionya dari waktu ke waktu. Reksadana yang sudah beroperasi lebih lama dan berkinerja baik biasanya punya NAB per unit yang jauh lebih tinggi dari Rp1.000, bukan karena "mahal", tapi karena nilainya sudah tumbuh secara konsisten sejak diluncurkan.
Yang jauh lebih penting untuk dibandingkan bukan angka NAB per unit itu sendiri, melainkan persentase pertumbuhan NAB dari waktu ke waktu — misalnya berapa persen kenaikan NAB dalam 1 tahun, 3 tahun, atau sejak peluncuran. Dua reksadana dengan NAB awal Rp1.000 yang sama bisa punya persentase pertumbuhan yang jauh berbeda, dan itulah yang mencerminkan kualitas kinerjanya, bukan angka nominal NAB semata.
Bagaimana NAB Menentukan Jumlah Unit yang Kamu Dapatkan
Saat membeli reksadana, jumlah unit yang kamu dapatkan dihitung dengan membagi nominal investasi dengan NAB per unit pada hari transaksi diproses. Misalnya kamu investasi Rp1.000.000 pada reksadana dengan NAB per unit Rp2.000, kamu akan mendapatkan 500 unit penyertaan. Jika NAB per unit reksadana itu Rp4.000, dengan nominal yang sama kamu hanya mendapat 250 unit — tapi nilai total investasimu tetap Rp1.000.000 di kedua kasus, karena 250 unit x Rp4.000 sama dengan 500 unit x Rp2.000. Ini menunjukkan bahwa jumlah unit yang didapat bukan indikator untung atau rugi, murni hasil pembagian matematis dari nominal dan harga per unit saat itu.
Cara Menghitung Keuntungan atau Kerugian dari NAB
Keuntungan atau kerugian investasi reksadana dihitung dari selisih persentase NAB per unit saat membeli dan saat menjual, dikalikan jumlah unit yang dimiliki. Contoh: kamu membeli 500 unit reksadana saat NAB Rp2.000 (total Rp1.000.000). Setahun kemudian NAB naik menjadi Rp2.300. Nilai investasimu sekarang menjadi 500 x Rp2.300 = Rp1.150.000, artinya keuntungan sebesar Rp150.000 atau 15%. Sebaliknya, jika NAB turun menjadi Rp1.800, nilai investasimu menjadi Rp900.000, rugi Rp100.000 atau 10%. Perhitungan ini berlaku sama untuk semua jenis reksadana, baik pasar uang, pendapatan tetap, campuran, maupun saham.
Istilah Terkait NAB yang Perlu Diketahui
Beberapa istilah yang sering muncul berdampingan dengan NAB antara lain: NAB awal (nilai per unit saat reksadana pertama kali diluncurkan, umumnya Rp1.000), NAB/UP atau NAB per Unit Penyertaan (istilah lain yang merujuk pada hal yang sama dengan NAB per unit), dan total NAB atau dana kelolaan (AUM), yaitu total nilai seluruh aset yang dikelola reksadana tersebut secara keseluruhan, bukan per unit. Total NAB yang besar biasanya menandakan reksadana itu sudah dipercaya banyak investor, meski bukan jaminan mutlak kinerja akan terus bagus ke depan.
Penting juga dibedakan antara NAB per unit dengan harga penawaran (offering price) dan harga penebusan (redemption price) yang kadang sedikit berbeda karena adanya biaya pembelian (selling fee) atau biaya penjualan (redemption fee) yang dikenakan sebagian manajer investasi. Selisih kecil ini bisa memengaruhi hasil investasi dalam jangka pendek, jadi ada baiknya dicek di fund fact sheet sebelum bertransaksi.
Kapan Waktu Terbaik Membeli Berdasarkan NAB?
Karena NAB reksadana berfluktuasi harian mengikuti kondisi pasar, banyak investor pemula bertanya-tanya apakah ada "waktu terbaik" untuk membeli berdasarkan NAB yang sedang rendah. Pada praktiknya, mencoba menebak waktu terbaik (market timing) berdasarkan pergerakan NAB harian sangat sulit dilakukan secara konsisten, bahkan oleh investor berpengalaman sekalipun. Pendekatan yang lebih realistis dan terbukti lebih mudah dijalankan jangka panjang adalah membeli secara rutin dengan nominal tetap setiap bulan tanpa peduli NAB sedang naik atau turun — strategi ini dikenal sebagai dollar cost averaging, yang secara otomatis membuat kamu membeli lebih banyak unit saat NAB rendah dan lebih sedikit unit saat NAB tinggi.
Cut-off Time dan Pengaruhnya terhadap NAB yang Dipakai
Setiap transaksi reksadana punya batas waktu yang disebut cut-off time, umumnya pukul 13.00 WIB. Transaksi yang diproses sebelum cut-off time akan menggunakan NAB pada hari itu juga, sementara transaksi setelah cut-off time baru menggunakan NAB hari kerja berikutnya. Ini penting dipahami supaya kamu tidak salah menduga akan mendapat NAB hari yang sama padahal transaksi baru diajukan menjelang malam. Detail cut-off time ini biasanya dicantumkan jelas di aplikasi tempat kamu bertransaksi maupun di fund fact sheet masing-masing reksadana.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah NAB per unit yang tinggi berarti reksadana itu sudah "mahal" untuk dibeli?
Tidak. NAB tinggi hanya mencerminkan pertumbuhan nilai reksadana sejak diluncurkan, bukan indikasi mahal atau murah seperti harga saham per lembar.
Kapan NAB per unit sebuah reksadana dihitung dan diperbarui?
Setiap hari kerja, berdasarkan harga penutupan seluruh aset di dalam portofolio pada hari itu, dan dipublikasikan oleh bank kustodian keesokan harinya.
Apakah dua reksadana dengan NAB awal yang sama pasti punya kinerja yang sama juga?
Tidak. NAB awal biasanya sama saat peluncuran, tapi pertumbuhannya sepenuhnya bergantung pada kinerja portofolio dan keputusan manajer investasi masing-masing produk.
Apakah total NAB (dana kelolaan) yang besar menjamin reksadana itu lebih baik?
Tidak selalu. Dana kelolaan besar menandakan kepercayaan investor, tapi kualitas kinerja tetap harus dinilai dari konsistensi return terhadap benchmark, bukan sekadar besarnya dana kelolaan.
Kesimpulan
NAB per unit adalah dasar perhitungan harga beli, harga jual, dan keuntungan investasi reksadana, tapi angkanya sendiri bukan indikator murah atau mahal. Yang lebih penting untuk diperhatikan adalah persentase pertumbuhan NAB dari waktu ke waktu, karena itulah yang benar-benar mencerminkan kinerja sebuah reksadana.
Untuk memantau perkembangan nilai investasi reksadanamu secara praktis tanpa perlu menghitung manual setiap kali NAB berubah, kamu bisa mencatat nominal investasi terkini di halaman Investasi Sakuin, sehingga perubahan nilai portofolio dari waktu ke waktu tetap mudah dipantau bersama aset keuanganmu yang lain.
Budi S. baru saja mulai mencatat pengeluaran hariannya
verified Pengguna Sakuin