9 Agustus 2026
Dana Darurat vs THR, Jangan Sampai Tertukar Fungsinya
THR (Tunjangan Hari Raya) sering dianggap sebagai 'uang bonus' yang wajar dihabiskan untuk kebutuhan lebaran dan keinginan konsumtif lainnya. Padahal THR bisa jadi momentum emas untuk mempercepat pembangunan dana darurat, asal fungsi keduanya tidak tertukar.
THR Bukan Pengganti Dana Darurat
THR sifatnya musiman dan sudah bisa diprediksi kapan datangnya, sementara dana darurat harus selalu siap untuk kondisi yang tidak terduga sepanjang tahun. Keduanya punya fungsi berbeda — THR untuk kebutuhan lebaran yang direncanakan, dana darurat untuk kondisi mendesak yang tidak direncanakan. Momen mudik lebaran sendiri juga punya risiko tak terduga tersendiri di jalan yang butuh dana darurat, bukan sekadar THR, seperti dibahas di Dana Darurat Penting Sebelum Mudik Lebaran, Kenapa?
Kenapa THR Cocok Jadi Modal Awal Dana Darurat
Nominal THR biasanya lebih besar dari penghasilan bulanan biasa, sehingga cocok dijadikan suntikan besar untuk mempercepat progres dana darurat yang biasanya berjalan pelan dari setoran bulanan kecil. Baca strategi percepatan lainnya di Cara Mempercepat Dana Darurat Terkumpul dalam 6 Bulan.
Cara Membagi THR dengan Bijak
- Alokasikan untuk kebutuhan lebaran yang memang direncanakan — baju baru, angpau, oleh-oleh
- Sisihkan porsi signifikan (misalnya 20-30%) langsung untuk dana darurat sebelum sisanya dipakai untuk kebutuhan lain
- Hindari menghabiskan seluruh THR untuk belanja konsumtif yang sebenarnya bisa ditunda
Kalau Dana Darurat Sudah Terkumpul Penuh
Kalau dana daruratmu sudah mencapai target, kamu bisa mengalihkan porsi THR selanjutnya untuk tujuan lain seperti investasi atau dana liburan, seperti dibahas di Bedanya Dana Darurat dengan Dana Liburan dan Dana Pendidikan.
Kamu bisa mencatat penerimaan THR sebagai pemasukan di Sakuin, lalu langsung mengalokasikan sebagian ke Target Tabungan dana darurat sebelum sisanya terpakai untuk kebutuhan lebaran.
Budi S. baru saja mulai mencatat pengeluaran hariannya
verified Pengguna Sakuin