arrow_back Semua Artikel

10 Agustus 2026

Kesalahan Umum Orang Tua Saat Menyiapkan Dana Pendidikan

Menyiapkan dana pendidikan anak butuh perencanaan matang dalam jangka waktu yang panjang. Sayangnya, ada beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan tanpa disadari, yang bisa menghambat progres secara signifikan.

1. Menunda Memulai karena Merasa Masih Terlalu Dini

Banyak orang tua menunda mulai menabung dengan alasan "anak masih kecil, masih lama". Padahal justru semakin dini dimulai, semakin ringan beban bulanan berkat efek compounding investasi jangka panjang.

2. Tidak Memperhitungkan Inflasi Pendidikan

Menghitung target hanya berdasarkan biaya pendidikan saat ini, tanpa proyeksi kenaikan biaya di masa depan, membuat target jauh meleset dari kebutuhan riil. Baca cara menghitungnya dengan benar di Cara Menghitung Inflasi Biaya Pendidikan Tiap Tahun.

3. Mencampur Dana Pendidikan dengan Tabungan Umum

Tanpa pemisahan yang jelas, dana pendidikan rawan terpakai untuk kebutuhan lain sebelum sempat terkumpul cukup. Baca alasan pentingnya pemisahan di Dana Pendidikan Terpisah dari Tabungan Keluarga, Kenapa Penting?

4. Memilih Instrumen yang Tidak Sesuai Jangka Waktu

Menaruh seluruh dana pendidikan di instrumen berisiko tinggi padahal kebutuhannya sudah dekat, atau sebaliknya di instrumen terlalu konservatif untuk kebutuhan yang masih sangat jauh, sama-sama mengurangi efektivitas dana pendidikan.

5. Mengandalkan Beasiswa Sepenuhnya Tanpa Rencana Cadangan

Berharap penuh pada beasiswa tanpa menyiapkan dana mandiri adalah risiko besar mengingat ketidakpastian proses seleksi. Baca cara menyiasatinya di Beasiswa vs Dana Pendidikan Mandiri, Bagaimana Menyiasatinya?

6. Tidak Konsisten Menabung

Menabung hanya di bulan-bulan yang terasa "longgar" secara finansial, tanpa sistem otomatis, membuat progres tidak konsisten dan sering meleset dari target waktu yang direncanakan.

7. Tidak Mengevaluasi dan Menyesuaikan Rencana Secara Berkala

Rencana dana pendidikan yang dibuat sekali di awal dan tidak pernah ditinjau ulang berisiko tidak relevan lagi dengan kondisi biaya pendidikan atau finansial keluarga terkini.

8. Mengabaikan Kebutuhan Pendidikan Non-Formal

Fokus hanya pada biaya sekolah formal, mengabaikan kebutuhan kursus, les, atau sertifikasi yang juga bisa signifikan. Baca lebih lanjut di Dana Pendidikan untuk Pendidikan Non-Formal (Kursus, Les, Sertifikasi)

Dengan mencatat dan memantau progres dana pendidikan secara rutin di Sakuin, kesalahan-kesalahan di atas jadi lebih mudah dikenali dan dihindari sebelum berdampak signifikan pada kesiapan finansial pendidikan anak.

Mulai Catat Keuangan dengan Sakuin, Gratis
edit_note

Budi S. baru saja mulai mencatat pengeluaran hariannya

verified Pengguna Sakuin